Bank BCA Best is The Best

Beberapa hari yang lalu saat – saat dompet ku berisi penuh kembali ” Kebanyakan orang mengatakan Gajian “. Gajian bulananku di transfer lewat Bank BCA begitu juga rekan-rekanku sekitar 1700 orang. Gajiku cukup lumayan besar loh ” Tujuh koma tiga ” Maaf bukan Rp 7,3 juta tapi Gajian tanggal satu tanggal tujuh plus tiga hari setelah gajian  sudah koma alias mau mati,maksudku sudah tidak punya uang lagi.Jurus terakhir supaya dompetku berisi kembali minta babe. Alasannya pinjam tapi tak tahu kapan di kembalikannya maklum anak ke orang tua.

Kalau boleh sombong uang gajian kemarin habis terkuras beli PC baru biasa untuk kepuasan ngegame Online dan mendandani si jagur maksudku motor kesayanganku,tinggal tabungan-ku yang tersisa yang belum ku ambil ,tabungan masa depanku mempunyai rumah.

” Jeng masa suamiku transfer uang bulanan-ku cuma 4 juta ” Kata seorang wanita cantik kepada temannya yang  waktu itu mereka sedang mengambil uang di ATM, Begitu juga denganku.Cantik banget sumpah kalau belum dia nikah aku mau jadi suaminya.Lawan bicara nya menjawab ” Disyukuri saja beruntung sekali kamu mempunyai suami orang kantoran berpakaian rapi  bukan operator yang kalau bekerja pakaiannya itu saja.” sambil melirik ke arahku.Sumpah aku ter-sindir , memang waktu itu aku masih mengenakan pakaian karyawan ,sudah bau keringat bau apek lagi soalnya tadi waktu pergi mau mengambil uang di tengah jalan ban si jagur maksudku motorku kempes ban ya terpaksa mendorongnya, gantian aku yang memanjakan si jagur dengan mendorongnya ke tukang tambal ban.

Tertegun lama sekali aku melihat saldo tabungan ku,” Kok banyak sekali angka nol di belakangnya ” penasaran aku pilih pitur  penarikan tunai aku mengambilnya uang tersebut dan segera ku lihat bukti  transaksinya,setelah di lihat 3900 98000 900 00 angka yang aneh pikirku sambil beranjak keluar yang kebetulan beriringan dengan dua wanita yang tadi ada di samping ku.

” Bu maaf mengganggu kalau ini jumlahnya berapa ya?” Kataku sambil menyerahkan bukti transaksi kepada salah seorang diantara mereka.” 3 miliar ” kata ibu yang memegang kertas bukti transaksi sambil melihat ke arah ku penuh curiga. ” De ini punya kamu ” sambil menyerahkan kembali kertas yang di pegangannya.  “iya ” kataku sambil mengambil kertas yang di pegang ibu – ibu tadi.

Aku segera berlalu menghampiri motorku, ” Masa perusahaan salah transfer atau jangan – jangan ada yang nyasar salah transfer ” Pikirku dalam hati sambil berlalu dari ATM.

” Dari mana mas ” kata adik ku sambil asik  membaca buku tanpa menoreh ke arahku. ” De coba lihat ini jumlahnya berapa ? ” sambil menyerahkan kertas bukti transaksiku tadi. ” Tiga miliar, ini punya siapa mas ” kata adikku balik bertanya. ” Ya ini punya mas lah punya siapa lagi, masa mas mengambil punya orang “. segera ku utarakan kronologis kejadiannya kepada adikku tanpa di kurangi sedikit pun.

” Asik Kakakku jadi orang kaya ” kata adikku sambil memelukku. Sssst jangan kencang – kencang bicaranya nanti bapak dengar. ” Mas bingung nih harus di apakan uang ini, Mas takut”.Hampir tiap hari aku bolak – balik ke ATM , sekedar mengecek saldo ku dan tetap hasilnya tak berkurang sedikit pun.

Setelah berunding dengan adikku cukup lama , keputusan akhir mengambil uang tersebut dengan memindahkannya ke tabungan adikku dan sebagian di ambil untuk di belanjakan.Setelah kejadian tersebut aku menjadi orang kaya mendadak . Segala keinginanku tercapai sudah , aku pikir bagaimana nanti saja.

Langkah pertama adalah membeli rumah dan mengisinya dengan perabotan baru, Aku berdua berpesta pora dengan uang tersebut tentunya pula tanpa memberitahukan kepada orang tua kami , Kalau mereka di beritahu pasti mereka tidak akan sepertiku, pasti mereka akan melaporkan-nya kepada pihak yang berwenang alamat tidak akan jadi kaya kalau mereka di beri tahu.

Sedang asik-asiknya makan di sebuah restoran terdengar telepon berdering terus, ” Mas lagi di mana mau jemput aku tidak , Aku sudah lama nunggu dari tadi ” Kata adiku terdengar sedikit marah. ” Ya sebentar mas ,asih di rumah ketiduran ” kataku sambil menutup telepon.

” Uangku di mana uangku sambil mengobrak – abrik tempat tidur ku, Ku tertegun sambil beristigfar ” Astagfirullah ” ternyata aku bermimpi jadi orang kaya seandainya mimpi itu benar terjadi.

Setelah menjemput adikku kuliah dan sampai di rumah , ku ceritakan mimpiku pada adikku. Adikku terpingkal – pingkal terbahak – bahak menertawakan.” Mas makanya jangan tidur setelah asar pamali kalau kata orang tua mah”.

Bank BCA itu sebuah perusahaan besar dan profesional mana mungkin salah data atau salah kirim uang ke rekening mas. Oh iya  mas mau mengambil rumah atau mengembangkan usaha keluarga kita dulu , Pinjam saja ke Bank BCA , aku lihat ada situs baru BCA caranya gampang dan mudah ” kata adiku mengalihkan pembicaraan.

“Besok lah mas ke kantor BCA nya sambil mengambil uang untuk biaya kuliah mu…..

Iklan

11 Komentar

  1. harusnya jangan bangun, enak lho mimpi kayak gitu, xixixi

    • Tul sekali modahan mimpimya berlanjut malam ini… 😀
      Mo mimpi jadi owner Bank BCA ah.. 🙂

  2. nice story bro.. keren tuh klo dapat rejeki milyaran

    • Iya kalo beneran mo beliin mobil dah ke yang koment pertama 😀
      Tapi sayang cuma mimpi..
      Do’ain aja ane mo ngambil rumah …. modah2an lancar
      Bosen kos melulu 🙂
      Investasi jangka panjang

  3. yahaha… mimpi 😀

    • Seidaknya dalam mimpi sudah merasakan jadi orang kaya… 🙂
      Kalo jadi orang kaya banyak hisabnya di aherat katanya
      Tapi sebenarnya sapa coba yang tidak mau jadi orang kaya 😀

  4. mimpi to?

    • Kalo beneran mah ane udah jadi orang kaya gan n ane mo bagi2lah k temen2 smoa… 😀

      • heheheee..
        kl udah kaya ingat kata2 ini yg sob

  5. Ummu El Nurien

    😀

    • Kalo beneran umi kayanya kebagian deh..:D

” Tersanjung Rasanya Tinggalkan Jejak "

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: