Kidung Senja

Persiapan sudah siap Jaket tebel,Sarung Tangan Masker , Helm nah tinggal pergi deh ” Sengaja gue pakai motor “supaya bisa motong ke jalan kampung ( Jalan setapak maksud Gue )

Setelah kurang lebih setengah jam akhirnya nyampe juga.Setelah nyampe di rumah mantan gue ” Eh Maksudnya ke rumah temen bokap ” Gue jadi kikuk jadi rada hilang keberanian ,lama gue diam tapi di pikir kalau diam terus kagak akan nyampe nih berkasnya. Gue beraniin ngetuk pintu. Setelah beberapa kali gue ketuk pintu sambil memberi salam, akhirnya ada yang menjawab salam gue dan sambil membuka pintu.Dag dig dug jantung gue beneran ” Kangen iya , Kecewa iya campur aduk deh perasaan gue.

Yang bukain pintu ternyata mantan gue,Gue mematung gagu tak berbicara Kalau sobat liat ekspresi muka gue waktu itu pasti sobat ketawa dan kasihan sama gue ” Wuih tambah cantik aja mantan gue desahku dalam dada ” Mata saling menatap keduanya tak ada yang angkat bicara” Gue buru-buru kuasai keadaan dengan bertanya membuyarkan suasana ” Eh lis bapak ada( Nama lengkapnya Lisda Nuraianty -Panggilannya Lis )” Kata gue sambil berusaha sedikit tersenyum.

Sobat Gue kagak sanggup dech nerusin ceritanya nanti di terusin lagi tapi sebagai gambaran cerita selanjutnya .Gue sedikit gambarkan lewat bahasa hati gue(Gerentes Qalbu)

Kidung Senja

Semburat biasan cahaya mentari di upuk barat

Sisa – sia keangkuhan sang raja siang

Warna keemasan berbaur biru-nya langit

Panorama keagungan ciptaan sang pencipta

Teringat saat – saat indah bersama sang pujaan

Saat masih terjalin benang -benang cinta

Berbagi kasih , berbagi cerita

Perwujudan keagungan uniknya cinta

Sulit di mengerti untuk di pikirkan

Sukar di terjemahkan dengan beribu bahasa

Hati merasa bahagia saat pujaan hati ceria

Hati merasa pedih saat pujaan hati sedang terluka

Teramat sulit untuk melupakanmu

Teramat sukar pula melepasmu

Terbesrsit di hati ingin kembali padamu

Hati terluka tak sebesar inta di dada

Hati terasa di iris saat kau berpaling muka

Berlalu tanpa ada sebuah kata perpisahan

Sejuta impian terpupus sudah saat – saat indah bersama

Kini hatimu bukan miliku lagi

Terasa berat ku merelakan hati ini

Semoga kau bahagia kini dengan hati yang lain

Semoga terpancar lagi cahaya cinta di matamu

Jalinan kesucian cinta yang pernah terjalin

Ku relakan asal kau bahagia bersamanya

Ku ikhlas-kan asal terpancar aura cintamu

Hatimu tak bisa di miliki dan tak akan dimiliki

Ku merasa bahagia hatimu pernah singgah di hati ini

Teriring Do’a Semoga kau bahagia

Iklan

2 Komentar

  1. Nice post…
    Ikut nyimak..
    🙂
    *Kunjungan malam..
    Kalo sempat mampir jg ya.. 🙂

    salam persahabatan.. 🙂

    • Makasi…Banyak tlah mampir.. 😀
      Salam persahabatan Juga ” Mohon Izin
      Tuk di pasang salah satu Blog sahabat dahsyat di blog ane..
      Terima kasih telah mampir

” Tersanjung Rasanya Tinggalkan Jejak "

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: