Do’a Anakmu Menyertaimu

Biru nya langit menghiasi bentangan cakrawala

Semburat cahaya kehidupan terpancar di upuk timur

Pancaran harapan kehidupan di depan mata

Cahaya keemasan sinari alam buana

Setetes embun jatuh ter hempas dari ujung daun

Bak berlian gemerlap simbol keanggunan sang bidadari

Semilir angin menerpa dedaunan,gemerisik suara terdengar

Sejuk terasa di pagi yang cerah ini

Ku langkah kan kaki menyongsong masa depan

Sebuah harapan dan impian tercapai hari ini

Bak di sambar halilintar di siang bolong dan di tampar muka di kerumunan banyak orang. Aktivitas aja baru di mulai terdengar deringan telepon “ Gue ingat benar kata – kata itu yang sampe kepala gue pening… “ Mas pulang cepat sekarang bapak jatuh di kamar mandi sampe sekarang belum sadarkan diri “.

Bingung , kalang kabut hati gue pada hari itu , Dengan segera gue urus surat izin keluar kantor dan tancap gas langsung pulang ke bandung ” Pengen tau keadaan bokap”. Setengah jam baru saja berlalu menyelusuri tol Cipularang arah ke bandung, telepon pun berbunyi ” Mas bapak mau di dikebumikan sekarang atau gimana nich,, suara parau terdengar dari telepon” Emang kenapa bapak?? ” sela gue sambil kebingungan . tadi bilang jatuh sekarang bilang di kebumikan berati bokap gue… ?? ” Kutegarkan hati gue meskipun gue laki dan mencoba untuk tegar tetap saja air mata keluar…” Bapak meninggal “sela gue sambil merintahin yang di rumah supaya cepat – cepat di urus sesuai aturan dalam agama gue, dimandikan – di kafani – di shalatkan – terakhir di makamkan.

Akhirnya gue sampai juga di rumah , kebetulan sekali pas nyampe baru saja kan di shalatkan. Tak kuasa menahan air mata mengiringi kepergian bokap. pada hari itu juga bokap di kebumikan sesuai amanat.

Gue posting hari ini bukan berarti gue meminta simpati pada dunia , atau meratapi kematiannya tapi untuk mengingatkan gue supaya tidak lupa untuk berdo’a “

Selamat jalan ayahanda Do’a anakmu menyertaimu

Berat tersa memang berat untuk mengikhlaskanmu

Kepergianmu harus tetap ku relakan

Tak percaya memang ku tak percaya

Masih ku ingat senyumu mengiringi kepergianmu

Kini senyum itu hanya kenangan dan senyuman terakhir bagiku

Tak sempat ku kecup keningmu dan tak sempat pula tanganmu kucium untuk terakhir kali

Ya Allah ampunilah segala dosa bapaku

Sayangilah  beliau seperti beliau menyayangiku di waktu kecil

Lapangkan beliau di alam kuburnya ,Berikanlah terang cahayamu di kuburnya

Berilah nikmat kubur kepadanya

Do’a Anakmu menyertaimu

Amiiin

Iklan

1 Komentar

  1. “Ya Allah ampunilah segala dosa bapaku

    Sayangilah beliau seperti beliau menyayangiku di waktu kecil

    Lapangkan beliau di alam kuburnya ,Berikanlah terang cahayamu di kuburnya

    Berilah nikmat kubur kepadanya”

    AMIIIIIIIN

” Tersanjung Rasanya Tinggalkan Jejak "

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: