Uang Haram

     Pada suatu hari , di tengah terik matahari, seorang pemuda berjalan menyusuri  jalan sukarno hata yang terletak di di kota Bandung . Belum sesuatu pun ia menyentuh makanan hari itu.  Uang sepeserpun tak ada didompetnya. Ia sangat lapar.Badannya lemas .Jalannya terseok -seok . Saking laparnya , matanya berkunang – kunang . Segera ia minum air minum botol kemasan. Sedikit kesegeran terasa.

     Tiba – tiba , matanya tertuju pada sebuah dompet yang tergeletak di pinggir trotoar .  Segera diambilnya, dan di bukanya ternyata dompet tersebut berisikan uang yang jumlahnya tidak sedikit dan ada beberapa lembar cek puluhan juta. Kebetulan sekali lagi lapar begini dapat rezeki besar” katanya dalam hati.Tanpa berpikir panjang dia memebelokan tubuhnya menghampiri tukang bubur ayam yang tak jauh dari tempatnya dia berada .  ” Buburnya enak sekali,  “ katanya dalam hati. Sambil menyantapnya dengan lahap. Setelah selesai makan di segera membayarnya dan di duduk di bangku sambil melihat hilir mudiknya angkot di jalan raya.

     Ketika laparnya hilang , sang pemuda baru sadar dengan apa yang dimakannya. “Bubur ini aku beli dengan uang yang bukan milikku .Kenapa aku membelikannya untuk bubur ini ? Padahal uangnya bukan milikku dan aku tidak tahu pemiliknya” ,Dibukanya dompet penemuan tadi , didalamnya selain uang yang bukan sedikit jumlahnya ada beberapa identitas diantaranya beberapa buah SIM,dan kartu lainnya. Hatinya membatin. Semakin direnunginya, semakin merasa bersalah.Hatinya gundah tidak tenang.  Akhirnya ia memutuskan untuk mencari si empunya dompet dan akan memohon ridhanya atas apa yang telah di makannya.

     Dilihatnya SIM di dalam dompet yang di pegangnya yang baru di keluarkannya, Pondok Cibaligo No 79 Rt 03 Rw 10 Kelurahan Cipageran Cimahi Utara Kota Cimahi itulah alamat yang tertera di alamat tersebut. ” Dimana ya daerah ini ” Gumamnya. “ Pak  Maaf saya mo bertanya kalau alamat ini tahu tidak pak ” Kata si pemuda tadi sambil menyerahkan SIM yang di pegangnya ke tukang bubur yang baru ada di depannya. Tukang bubur itu mengambil dan melihat SIM yang baru saja di sodorkan sang pemuda . ” Oh Cimahi ya nak , Naik aja angkot yang mobil hijau itu. ” Kata tukang bubur sambil menunjukan angkot yang di maksud.

    Akhirnya dengan berliku perjalan sampai juga dengan pemilik si empunya dompet. Ketika bertemu segera dia menceritakan apa yang di alaminya sambil menyerahkan dompet milik yang dari tadi di pegangnya. Dan ia bersedia melakukan apa saja , agar meridhakan apa yang telah di makannya dan ongkos yang telah di pakenya untuk mencari pemilik si dompet tersebut.

     Mendengar cerita si pemuda, bapak si pemilik dompet tersebut sangat kagum. Jarang di zaman sekarang ini menemukan anak seperti ini. Gagah,sopan, jujur dan sangat saleh. Alangkah berbahagianya jika ia dapat menjodohkannya sang pemuda dengan anaknya yang sudah menginjak dewasa. Maka sang bapak pun mengatur siasat.

     “Wahai anak muda, ” kata si bapak, ” Niatmu sungguh baik. Namun , aku tak bisa memaafkanmu begitu saja kalau pun engkau ganti uang tersebut tapi aku tidak rela karena telah memakai uang tersebut, kecuali engkau menuruti satu permintaan dariku, tapi sebentar aku mau ke belakang dulu” kata si bapak sambil beranjak dari duduknya dan pergi ke ruangan dalam . Ternyata dia  mengahampiri anaknya yang sedang membaca. ” Nak , ada sesuatu yang ingin abah sampaikan ” kata si bapak sambil duduk di samping anaknya dengan suara lirih. ” Ada apa bah sepertinya ada sesuatu yang sangat penting, ” Kata gadis berwajah catik sambil menutup buku yang sedang di bacanya. ” Abah sebenarnya sudah ingin menanyakan sesuatu dari dulu , tapi abah sungkan untuk menanyakannya, ” kata si bapak sambil menatap wajah anaknya dengan nada pertanyaan. ” Abah ingin cepat – cepat menimang cucu , apakah kamu sudah mempunyai calon untuk pendampingmu nak” . Seperti di sambar geledek anaknya  yang berkerudung di depanya itu tersipu malu sambil menundukan kepalanya, teringat dia akan pujaan hatinya yang sekarang entah di mana setelah selesai kuliah tak ada kabar beritanya. ” Maafkan aku Keysa abah , Keysa  belum bisa membahagiakan abah dan umi dan sampai saat ini Keysa belum punya siapa – siapa ” kata anaknya yang ada di sampingnya. meskipun ada perasaan yang tak tau perasaan apa itu kala teringat pujaan hatinya yang tak tau entah di mana dan meskipun bertemu tak ada ikatan apa – apa . Lega perasaan si bapak, pikirnya modah – modahan anaknya mau sama pemuda yang da di ruang tamu yang baru di kenalnya.

Begini nak abah mau mengenalkan seseorang ke Keysa , menurut abah ia anaknya cukup tampan , gagah dan itu terserah keysa mau atau tidaknya pada pemuda yang akan abah perkenalkan, kata si bapak dengan suara lirih. ” Kalau menurut abah yang terbaik untuk Keysa , Keysa akan menurut apa yang abah inginkan,” kata si anak masih dalam tertunduk malu. ” Ya sudah tunggu sebentar ya orangnya ada di depan nanti abah kesini lagi “, kata si bapak sambil berdiri dan beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan anaknya yang memandangnya dengan wajah keheranan.

    “Bagaimana nak , apakah engakau bersedia menurut permintaanku ? sambil duduk lagi di kursi yang tadi di dudukinya . Si  pemuda mengagukan kepalany tanda setuju ” yaitu menikahi puteriku, ” kata si bapak duduk sambil memandang pemuda yang ada di hadapannya. Wajah pemuda tak berubah  dan dia bersedia.

Apakah engkau bersedia anak muda? ” Kata si bapak tua itu meragukan. ” Harus engkau ketahui wahai anak muda, Anakku itu bisu,tuli,buta dan kakinya lumpuh. Wajahnya pun biasa – biasa saja, tidak cantik Bagaimana? ” Lanjutnya.

    Si pemuda tetap pada kesediannya Tidak berubah. Ia tetap pada kesediannya. Ia siap menebus kesalahannya. Bapak tua semakin kagum. “Ya sudah sebentar saya akan memperkenalkan anak gadisku sebelum acara pernikahan. ” Kata si bapa sambil berlau ke belakang. Tak selang beberapa lama kemudian si bapak datang di barengi anak gadisnya.

Tersentak kaget keduanya anak si bapak dan si pemuda  “Keysa loh ko? ini rumamhu toh ? “sambil berdiri keheranan. “Loh kalian sudah saling kenal toh ” Kata si bapak sambil keheranan juga, ” Begini abah, Mas miqdad ini temen kuliahku dulu, beliau orang banjar masin dan sekarang ketemu lagi di rumah kita” kata si anak perempuan , di dalam hatinya ada kegembiraan yang tak terkira, karena inilah pemuda yang menjadi pujaan hatinya yang belum sempat terucapkan.

     Bapak, Anda bilang putri bapak bisu, tuli,buta dan kakinya lumpuh , bahkan menurutku putri bapak rupawan . Matanya sangat indah,kulitnya putih, dan wajahnya sangat cantik.” Kata si pemuda sambil keheranan meskipun memang sebenarnya dari dulu ada perasaan yang terpendam yang tak sempat terucapkan. “Apakah bapak mempunyai anak lain selain keysa? kata sipemuda sambil tertunduk malu dengan pipi kemerahan.

     Sang bapak tersenyum .“Begini nak muda ” katanya pelan. “ Anakku kukatakan bisu dan tuli karena ia tidak pernah mengatakan dan mendengar hal – hal yang di larang dalam agama. Kukatakan ia buta dan lumpuh karena ia tak pernah melihat sesuatu dan pergi ke tempat yang di larang agama. Itu maksudku,” kata si pak tua Sambil tersenyum.

     Dengan gembira pemuda itu menikahi puteri si bapak tua. Yang sebenarnya di keduanya pemuda dan anak si pak tua sebelumnya telah tertanam benih-benih cinta di antara keduanya. Pemuda tersebut tak lepas dari dosa memakan dan memiliki yang bukan miliknya tapi mendapatkan wanita yang cantik rupawan yang sebenarnya pula menjadi idaman hatinya.

     “Kebaikan Selalu Menuai keberkahan “

Iklan

1 Komentar

  1. bowo

    Buku Uang-Uang Haram Dalam Demokrasi
    http://www.mediafire.com/download/kqgrm3tb6q5lkej/Buku+Uang-Uang+Haram+Dalam+Demokrasi+%5BDOC%5D.doc
    Semoga bermanfaat sebesar-besarnya.
    Jazakallah Khoiran Katsira.

” Tersanjung Rasanya Tinggalkan Jejak "

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: