Pecundang Dunia

PECUNDANG DUNIA

Bergerombol berbondong – bondong

Pecundang pecundang dunia

Berjalan meraba di padang mahsyar

Panas mentari seakan berada di di ubun kepala

Bukan terang yang mereka dapat

Gelap gulita yang mereka rasa

Merintih sakit menahan letih

Berkeluh kesah tak ada yang mendengar

Bercucur keringat-keringat dosa

Bermandikan air mata – air mata darah

Penyesalan tiada tara

Memelas,Merajuk,Memohon

Ya.. Allah…. Ya… RABB….

Kembalikan kami kedunia sedetik saja

Ku akan beribadah , Ku akan bersujud

Bengis beringas penjaga neraka

Berkata lantang Menggelegar pekakan telinga

Penyesalanmu sia-sia tak berguna

Bukankah dulu kau disuruh bersujud,Bersimpuh

Dititah beribadah untuk bekal di akhiratmu sekarang

Penyesalan , Penyesalan , Penyesalan tiada akhir

Disaat yaumul mizan di laksanakan

Catatan – catatan amal di bacakan

Kitab sijjin mereka dapatkan

Kejahatan,Kemaksiatan.Kedurhakaan,Kedoliman ,Kekupuran

Lebih banyak daripada amal kebaikan

Geram murka penjaga neraka berkata….Rasakanlah

Seraya menjambak kepela-kepala mereka pecundang-pecundang dunia

Dilemparnya mereka ke kerak-kerak neraka jahanam

Penghapus,Penglebur dosa-dosa mereka di dunia

Atau mungkin mereka kekal selamanya

Timbul tengelam kepala – kepala mereka di telaga darah dan nanah

Telaga tiada berujung dan bertepi

Haus,Haus,Hauuuus mereka mengeluh

Datanglah kepada mereka cawan – cawan hitam

Berisi darah , nanah dan godogan timah panas

Menganga mulut – mulut mereka.. Cawan – cawan di teguknya dengan nanar

Glek…Glek…. Mereka meminumnya tak bisa tertahankan

Panas…. Panas…. Pana.a.a.a.a.a.aaaaaas

Mereka Berteriak keras

Darah bercampur nanah bergodokan timah panas

Mereka teguk dengan nanar

Menusuk jantung menukik hati merasuk perut

Merembes keluar lagi lewati kulit dan pori-pori

Hancur tangan – tangan mereka

Luluh tubuh – tubuh mereka

Usus keluar dari perut – perut mereka berserakan

Hancur luluh tubuh – tubuh mereka

Maha suci Allah … RABB yang maha menggenggam alam semesta ini

Allah sempurnakan lagi tubuh – tubuh mereka

Allah bulatkan lagi kepala-kepala mereka

Kengerian yang tak pernah berhenti sedetik saja

Selimut selimut api di selimutkan ketubuh mereka

Kelaparan melanda mereka tak tertahankan

Bangkai -bangkai saudaranya bergelimpangan

Dengan lahap dan rakus merasuk

Tangan – tangan yang kekar

Cabik-cabik bangkai tubuh saudaranya

Dengan lahap mereka santap bangkai saudaranya

Dia sebarkan fitnah menejek , mendera saudaranya

Dia umbar kejelekan saudaranya

Aib saudaranya di pertontonkan

Itulah mereka penggibah besar

Gemuruh suara laksana guntur

Menghantam kepala-kepala mereka

Grek.. Gelegar kepala mereka hancur remuk

Bercucur darah dan nanah

Otak – otak mereka berserakan

Sempurnakan lagi , bulatkan lagi

Kepala – kepala mereka

Tangisan , rintihan , jeritan terdengar bersahutan

Mereka orang – orang yang sombong di dunia

Mengeluh , Mengaduh , Berlinang air mata darah

Saudara … Saudaraku… Terlalu ngeri , dan menakutkan neraka itu

Cukup bekalkah kita persiapkan

Terpeliharakah shalat berjamaah kau kerjakan

Istiqomahkah berpuasa senin kemis kau lakukan

Basahkah bibirmu dengan dzikir dan lantunan ayat suci Al-Qur’an

Berlinangkah saat bersimpuh bersujud di hadapan Allah

Saudaraku

Cukupkah bekal kau persiapkan

Iklan

” Tersanjung Rasanya Tinggalkan Jejak "

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: